
Upacara penciuman tunggul Batalyon Arhanud 15/DBY diikuti seluruh prajurit yang melaksanakan tugas sebanyak 350 orang dalam rangka Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarhanud 15/DBY.
Dalam amanatnya Danyon Arhanud 15/DBY, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, menyampaikan tradisi ini merupakan titik awal pelaksanaan tugas kedepan.
“Saya Mengucapkan selamat kepada prajurit Yonarhanud 15/DBY atas kepercayaan pimpinan TNI dan Negara yang telah diberikan kepada Batalyon Arhanud 15/DBY uhntuk melaksanakan tugas mulia di wilayah Perbatasan RI-RDTL yang akan kita laksanakan selama 1 ( satu ) tahun ke depan,” pesan Danyoarhanud 15/DBY.
Ia menjelaskan, upacara tradisi penciuman tunggul ini adalah wujud menanamkan rasa kencintaan dan rasa memiliki kepada satuan.

“Apabila kita sudah memiliki rasa peduli dan cinta terhadap satuan, maka dengan rela hati dan ikhlas selalu siap memberikan daya upaya untuk kejayaan satuan,” ujarnya.
“Saya berharap kepada seluruh prajurit ” Baladika ” yang melaksanakan penugasan agar selalu menunjukan prajurit yang bisa di andalkan dalam pelaksanaan tugas. Pahami kultur, kondisi dan adat istiadat masyarakat setempat, agar dapatmengambil simpati dan hati rakyat sehingga terjalin hubungan yang baik, serta utamakan faktor keamanan baik personel maupun materil sebelum melaksanakan Serpas, saat Serpas maupun saat tiba di pos penugasan masing – masing. Laporkan secara hierarki apabila ada masalah, serta jujung tinggi Sapta Marga, SumpahPrajurit dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman bagi kita semua. Jangan sampai membuat hal-hal negatif yang dapat mencemarkan citra satuan sehingga merugikan diri sendiri dan satuan yang kita banggakan ini,” pesannya lagi.
Berkenaan dengan upacara ini, Danyonarhanud 15/DBY juga menyampaikan selaku komandan Yonarhanud 15/DBY dan pribadi mengucapkan ” Selamat Bertugas ” dan selalu berdoa semoga Tuhan Yang Maha Esa sealu memberikan petunjuk dan perlindungan-Nya kepada kita.”Tetap jaga moril dan moral setiap perorangan serta hindari pelanggaran sekecil apapun. Karena prestasi, dedikasi, loyalitas dan pengabdian kita selama berada di daerah penugasan akan sia-sia hanya karena adanya suatu kesalahan.”Ujar Danyon.